Dugaan Meja Ikan-Ikan Kembali Beroperasi di Tapung Hulu, Nama Arfan Sianturi dan Parus Dorisman Ambarita Disebut

KAMPAR, ForumAspirasi.id– Dugaan aktivitas gelanggang permainan (gelper) berkedok meja ikan-ikan di wilayah Mandau, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, kembali menjadi perbincangan masyarakat. Nama Arfan Sianturi dan Parus Dorisman Ambarita turut disebut-sebut dalam informasi yang berkembang di tengah warga terkait dugaan aktivitas tersebut.

Sejumlah warga menyebutkan, dugaan operasional meja ikan-ikan masih berlangsung di beberapa titik. Di antaranya kawasan Mandau 38, tepatnya di Loket Almaz, serta Mandau Simpang Prabola, di Warung Tuak Nainggolan.

Selain dua lokasi tersebut, masyarakat juga menyampaikan adanya lima titik lain yang diduga menjadi tempat aktivitas serupa.

Ketika awak media melakukan pengecekan langsung ke titik lokasi yang sempat viral, ditemukan fakta bahwa tempat tersebut memang benar-benar buka kembali sehari pasca-razia.

Warga mengaku mempertanyakan efektivitas razia yang sebelumnya dilakukan kepolisian. Pasalnya, aktivitas yang sempat menjadi perhatian masyarakat itu disebut kembali berjalan setelah petugas meninggalkan lokasi.

“Itu pengelolah Arfan Sianturi dan Parus Dorisman Ambarita. Kami berharap polisi benar-benar melakukan pengecekan. Jangan sampai setelah razia, aktivitasnya kembali berjalan seperti biasa. Kalau memang ditemukan, harus ada tindakan tegas sesuai aturan,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Warga lainnya juga mempertanyakan pengawasan terhadap lokasi-lokasi yang sebelumnya telah dilaporkan kepada aparat.

“Kami bukan meminta yang macam-macam. Kami hanya ingin aturan ditegakkan. Kalau memang tidak ada aktivitas seperti yang dilaporkan, sampaikan hasil pemeriksaannya secara terbuka supaya masyarakat mendapatkan kepastian,” ungkap warga lainnya.

Persoalan ini kembali mengemuka setelah sebelumnya dugaan aktivitas meja ikan-ikan di Tapung Hulu sempat ramai diberitakan. Saat itu, pihak kepolisian disebut telah melakukan pengecekan dan menyampaikan tidak menemukan aktivitas tersebut di lokasi.

Sejumlah warga bahkan meminta agar dugaan adanya pihak yang membekingi aktivitas tersebut turut ditelusuri. Meski demikian, dugaan keterlibatan oknum tertentu belum dapat dipastikan dan tidak boleh dianggap sebagai fakta sebelum ada hasil pemeriksaan resmi.

Warga berharap Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, S.I.K., memberikan penjelasan mengenai langkah penanganan, hasil razia sebelumnya, serta tindak lanjut atas laporan masyarakat.

Selain itu, masyarakat juga meminta Kapolda Riau memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut apabila ditemukan adanya kelemahan dalam pengawasan maupun penindakan di tingkat wilayah.

Untuk memperoleh keberimbangan pemberitaan, awak media telah mengirimkan konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada Kapolres Kampar. Konfirmasi tersebut berkaitan dengan laporan dugaan kembali beroperasinya meja ikan-ikan di sejumlah titik Tapung Hulu serta tindak lanjut razia sebelumnya.

Namun, hingga berita ini disusun, belum diperoleh jawaban resmi dari Kapolres Kampar.

Firm.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *