PEKANBARU, ForumAspirasi.id – Aksi balap liar dan tawuran antar-kelompok remaja di Kota Pekanbaru kian memanas hingga meresahkan para pengguna jalan. Berdasarkan pantauan lapangan pada Minggu dini hari (25/10/2026), puluhan pemuda berkendaraan bermotor berkumpul dan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi di seputaran Jalan Diponegoro, tepatnya di depan Hotel Aryaduta.
Situasi di lokasi sempat mencekam saat kelompok remaja yang didominasi oleh anak-anak usia SMA dan SMK tersebut saling kejar. Aksi anarkis bahkan berlanjut hingga terjadi tindakan saling lempar helm di tengah jalan raya.
Selain membahayakan keselamatan para pelajar itu sendiri, aksi ini juga mengancam keselamatan para pengendara lain yang melintas di kawasan tersebut.
Kondisi ini memicu gelombang protes dari masyarakat dan orang tua terkait efektivitas patroli kepolisian. Kehadiran Tim Raga Polresta Pekanbaru yang bertugas menjaga keamanan malam kini dipertanyakan kegunaannya oleh warga, karena dinilai membiarkan gerombolan geng motor berkumpul hampir setiap malam hingga menjelang subuh.
Keberadaan pos polisi di sekitar lokasi kejadian juga dinilai mandul karena tidak memberikan tindakan preventif maupun penegakan hukum yang nyata.
“Anak saya hampir setiap malam ikut kelompok itu dan baru pulang subuh. Kami sebagai orang tua sangat cemas, tetapi seolah ada pembiaran. Kami mempertanyakan apa sebenarnya tugas dan fungsi Polisi, khususnya Tim Raga yang membiarkan gerombolan geng motor itu berkumpul,” ujar salah seorang orang tua wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan, Minggu (25/10/2026).
Ia juga menyayangkan sikap pasif aparat yang berada di pos polisi sekitar lokasi kejadian yang terkesan hanya menonton aksi berbahaya tersebut tanpa melakukan pembubaran.
“Apa fungsi Pos Polisi ini, di depan mata mereka balap-balap tetapi tidak ditindak,” tegasnya.






