PEKANBARU | ForumAspirasi.id – Pergerakan senyap aparat Bareskrim Polri akhirnya membongkar salah satu gudang yang diduga menjadi lokasi penimbunan BBM ilegal di kawasan Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Dalam operasi yang berlangsung tanpa hingar-bingar itu, diduga dua orang turut diamankan dan sejumlah barang bukti ikut dibawa petugas.
Menariknya, penggerebekan yang disebut-sebut terjadi pada Kamis, 7 Mei 2026 lalu itu nyaris tak terdengar gaungnya. Tidak banyak informasi yang beredar, bahkan nyaris tanpa pemberitaan, meski lokasi yang digulung aparat disebut-sebut selama ini dikenal luas oleh kalangan insan Pers.
Kondisi itulah yang kemudian membuat Garda45.com mencoba menelusuri kebenaran informasi yang beredar dari mulut ke mulut di kawasan Tenayan Raya.
Dari rangkaian informasi yang dihimpun, gudang tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas penimbunan BBM ilegal yang disebut sudah lama beroperasi. Namun selama ini, aktivitas di lokasi itu disebut berjalan tanpa banyak gangguan.
“Benar bang. Kalau tak salah dua hari lalu, Kamis,” ujar Laia, salah seorang warga Kecamatan Tenayan Raya, saat dihubungi Garda45.com, Sabtu malam (9/5/2026).
Laia mengaku mengetahui kabar penggerebekan itu dari informasi yang beredar di lingkungan sekitar. Ia menyebut, dalam operasi tersebut turut diamankan dua orang yang diduga merupakan pemilik ataupun pengelola gudang.
Selain itu, aparat juga disebut membawa sejumlah barang bukti dari lokasi penggerebekan.
“Berdasarkan Informasi yang saya dengar ada dua orang diamankan. Pengelola atau pemilik itu, saya kurang tau juga. Ada juga barang bukti. Salah satu yang diamankan disebut sebut inisial LEMAN,” katanya.
Meski kabar penggerebekan sudah beredar di kalangan warga, namun suasana pasca operasi justru terasa janggal. Tidak ada riuh penangkapan, bahkan informasi resmi pun nyaris tak terdengar.
Situasi itu menimbulkan tanda tanya tersendiri, mengingat operasi yang dilakukan disebut langsung melibatkan Bareskrim Mabes Polri.
Untuk memastikan informasi tersebut, Garda45.com kemudian melakukan konfirmasi kepada Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Ade Kuncoro Wahyu, melalui pesan WhatsApp pada Sabtu malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Dalam jawaban singkatnya, Ade Kuncoro membenarkan bahwa operasi penggerebekan tersebut dilakukan langsung oleh Mabes Polri.
“Bareskrim,” tulisnya singkat.
Ketika ditanya apakah Polda Riau turut dilibatkan dalam operasi itu, ia menyebut pihaknya hanya melakukan back-up.
“Kami back-up,” ujarnya.
Namun saat kembali ditanya mengenai jumlah orang yang diamankan, identitas para pihak, keberadaan terduga yang ditangkap, hingga jenis barang bukti yang dibawa petugas dari lokasi penggerebekan, Ade Kuncoro mengaku tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penjelasan lebih jauh.
“Bukan kami yang tangani, jadi kami tidak punya kewenangan untuk berikan statement maupun data,” balasnya.
Jawaban itu justru mempertegas bahwa penanganan perkara berada langsung di bawah kendali Bareskrim Polri.
Di sisi lain, hingga Sabtu malam, belum diperoleh penjelasan dari pihak kepolisian wilayah setempat terkait operasi tersebut. Upaya konfirmasi yang dilayangkan kepada Kanit Reskrim maupun Kapolsek Kulim belum mendapat tanggapan.
Operasi tanpa riuh itu kini menjadi perbincangan tersendiri di tengah warga dan Insan Pers. Terlebih setelah muncul kabar adanya dua orang yang turut diamankan bersama barang bukti dari lokasi gudang.
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Bareskrim Polri mengenai detail pengungkapan, status para pihak yang diamankan, maupun total barang bukti yang disita dalam operasi tersebut.
(Sumber : Garda45.com)












