Ditengah Kondisi Keuangan Siak Sedang Semapot, PT ORI Bawa Obat Penawar Rp1.6 Triliun Untuk Investasi

SIAK | ForumAspirasi.id – Kegigihan Pemimpin Pemimpin Siak dan kegigihan pihak – pihak yang menangani Kawasan Industri Tanjung Buton menarik investor yang mau berinvestasi mengalir bak air disaat kehausan yang melanda saat ini ,karena kabupaten Siak mendapat tekanan fiskal ( keuangan ) yang belum membaik akibat pengurangan TF pembagian hasil DBH dari pusat terus menurun hingga 2027 mendatang .

Kondisi keuangan yang carut marut saat ini ,membuat pemimpin Siak dan jajaran dan pihak yang menangani KITB mencari investor untuk berminat berinvestasi di kawasan tersebut , alhasil semua terwujud dan dibuktikan PT ORI berapa mvestasi Rp.1,6 triliun.

Siak Tidak Boleh Menyerah Tekanan fiskal tidak membuat Pemerintah Kabupaten Siak menyerah.Sebaliknya, pemerintah daerah berupaya mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Jika selama ini Siak dikenal sebagai daerah penghasil migas, maka ke depan pemerintah ingin memastikan Siak memiliki banyak mesin ekonomi baru.

Industri, hilirisasi, kawasan pelabuhan, perdagangan, investasi dan berbagai sektor lainnya harus tumbuh berdampingan.

“Siak adalah Negeri Bertuah. InsyaAllah dengan kolaborasi semua pihak dan kemudahan berinvestasi, akan banyak alternatif ekonomi baru yang kita siapkan bagi rakyat Siak hari ini dan di masa depan,” kata Afni.

Rp1,6 Triliun dan Sebuah Pesan untuk Masa Depan

Sementara itu, GM PT Oriental Resources Indonesia, Sutiman, SP., mengatakan investasi tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk mengembangkan industri berbasis kelapa sawit dan produk turunannya di Riau.

Selain tahap awal sekitar Rp800 miliar, PT ORI menyiapkan pengembangan sekitar Rp800 miliar berikutnya.

Rencananya, perusahaan akan mengembangkan fasilitas pengolahan minyak turunan untuk produk pangan seperti margarine dan special fats.

Dengan demikian, total rencana investasi mencapai sekitar Rp1,6 triliun.

Bagi Kabupaten Siak, investasi ini diharapkan menjadi awal dari rangkaian investasi berikutnya.

Sebab mimpi besar KITB bukan hanya membangun pabrik.

Mimpi besarnya adalah menciptakan ekosistem ekonomi baru.

Dari Tanjung Buton, bahan baku diolah.

Dari Tanjung Buton, produk bernilai tambah dihasilkan.

Dari Tanjung Buton, barang dikirim.

Dan dari Tanjung Buton pula, diharapkan lahir lapangan kerja dan masa depan baru bagi anak-anak Siak.

Hari ini PT ORI datang membawa investasi Rp1,6 triliun .

Besok, Afni berharap lebih banyak investor menyusul.

Karena bagi Negeri Istana, pembangunan ekonomi tidak boleh berhenti hanya karena fiskal sedang tertekan.

Siak harus tetap bergerak ,Kawasan Industri Tanjung Buton ( KITB)  harus bangkit. Dan rakyat Siak harus menjadi pelaku utama di tanahnya sendiri.

Laporan : Zulfahmi.S.Pd.I

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru