KUANTAN SINGINGI | ForumAspirasi.id – MTQ Provinsi Riau 2026 yang akan digelar bersamaan dengan Pacu Jalur Rayon II terus dimatangkan oleh seluruh pihak terkait. Untuk memastikan dua agenda besar tersebut berjalan lancar, aman, dan sukses, Polres Kuantan Singingi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Eksternal di Ruang Rupatama Polres Kuansing, Rabu (10/6/2026).
Rakor tersebut dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, TNI-Polri, organisasi perangkat daerah (OPD), panitia pelaksana, serta sejumlah instansi pendukung.
Pertemuan itu menjadi wadah untuk menyatukan langkah sekaligus menyinkronkan berbagai kebutuhan teknis menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Provinsi Riau dan Pacu Jalur Rayon II yang akan dipusatkan di Teluk Kuantan.
Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana melalui Kabag Ops KOMPOL Raymon Tarigan Gersang mengatakan, koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting mengingat dua kegiatan besar tersebut diperkirakan akan menyedot perhatian masyarakat dari berbagai daerah di Provinsi Riau.
Menurutnya, kesiapan seluruh unsur harus dilakukan secara matang mulai dari aspek pengamanan, pengaturan lalu lintas, pelayanan kesehatan, penginapan tamu, hingga kesiapan sarana dan prasarana penunjang kegiatan.
“Kita pastikan semua tahapan berjalan maksimal agar Pacu Jalur Rayon II dan MTQ Provinsi Riau berlangsung aman, tertib, dan sukses,” ujar KOMPOL Raymon dalam rapat tersebut.
Ia menjelaskan, jumlah pengunjung yang hadir diperkirakan mencapai ribuan orang. Selain peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Riau, sejumlah tamu penting juga direncanakan hadir. Salah satunya Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A, yang dijadwalkan menghadiri pembukaan MTQ Provinsi Riau 2026.
Untuk itu, seluruh seksi yang terlibat diminta segera menyelesaikan berbagai kebutuhan teknis dan administrasi. Polres Kuansing juga telah menjadwalkan rapat koordinasi lanjutan pada 22 Juni 2026 sebagai tahap finalisasi seluruh persiapan.
“Pada rakor akhir nanti setiap seksi akan memaparkan kesiapan serta kendala yang dihadapi agar dapat segera dicari solusi bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Kuantan Singingi, Drs. Azhar Ali, menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ tahun ini akan menghadirkan sejumlah konsep baru yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan Pawai Ta’aruf yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Juni 2026 pukul 08.00 WIB. Setelah itu, akan digelar pawai perahu hias di Sungai Kuantan pada pukul 14.00 WIB.
“Biasanya menggunakan mobil hias, namun tahun ini kita menghadirkan pawai perahu hias di Sungai Kuantan sebagai bagian dari upaya menampilkan kekhasan budaya daerah,” jelas Azhar.
Konsep tersebut diharapkan mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun tamu yang datang ke Kuansing. Selain menjadi rangkaian MTQ, kegiatan itu juga sekaligus memperkenalkan potensi wisata sungai yang menjadi identitas daerah berjuluk Negeri Pacu Jalur tersebut.
Ketua Panitia Pacu Jalur Rayon II, Indra Sukri, menjelaskan bahwa berbagai kebutuhan peserta dan tamu undangan telah dipersiapkan. Penginapan bagi kontingen maupun tamu VIP sudah mulai dipetakan. Selain itu, petugas Liaison Officer (LO) juga disiapkan untuk mendampingi tamu selama berada di Kuansing.
Menurutnya, Pacu Jalur Rayon II akan berlangsung pada 27 hingga 29 Juni 2026. Sebelum perlombaan dimulai, panitia juga akan menggelar technical meeting pada 25 Juni mendatang guna memastikan seluruh peserta memahami aturan dan teknis pelaksanaan lomba.
Selain perlombaan tradisional yang menjadi ikon Kabupaten Kuantan Singingi itu, panitia juga menyiapkan Expo Pacu Jalur yang akan dilaksanakan pada pekan ketiga Juni sebagai sarana promosi budaya, ekonomi kreatif, dan produk unggulan daerah.
Di sektor kebencanaan dan keselamatan, Kepala Pelaksana BPBD Kuansing, Yulizar, menegaskan kesiapan pihaknya mendukung seluruh rangkaian kegiatan, khususnya yang berlangsung di Sungai Kuantan.
BPBD Kuansing telah menyiapkan 16 unit perahu karet untuk mendukung pengamanan pawai perahu hias. Tidak hanya itu, BPBD dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau juga akan turut berpartisipasi dalam pengamanan kegiatan di perairan.
Sementara itu, Dinas Pariwisata Kuansing memproyeksikan sekitar 10.000 peserta dari 11 kabupaten dan kota se-Riau akan mengikuti Pawai Ta’aruf. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring meningkatnya antusiasme masyarakat menjelang pelaksanaan MTQ.
Koordinasi dengan para awak perahu hias dan pihak terkait terus dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman dan nyaman.
Dari sisi lalu lintas, Satlantas Polres Kuansing juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Kuansing, Ipda Yocky Sumbari, mengatakan rekayasa arus lalu lintas akan diterapkan selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait penyiapan jalur alternatif, kantong parkir, pemasangan rambu-rambu sementara, hingga petunjuk arah menuju lokasi kegiatan.
Dengan sinergi yang terjalin antara Polri, TNI, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, panitia pelaksana, serta seluruh stakeholder terkait, pelaksanaan MTQ Provinsi Riau 2026 dan Pacu Jalur Rayon II diharapkan tidak hanya berjalan lancar dan aman, tetapi juga memberikan kesan positif bagi seluruh peserta dan tamu yang datang ke Negeri Pacu Jalur. (Infotorial)






