PEKANBARU |ForumAspirasi.id – Dalam satu tahun terakhir, arah pembangunan Kota Pekanbaru bergerak semakin terstruktur dengan pelayanan publik yang kian mendekat ke masyarakat. Berbagai program prioritas mulai terealisasi dan menunjukkan dampak nyata, menjadi bukti bahwa perubahan tidak lagi sekadar wacana. Selasa (5/5/26).
Satu per satu program kerja Wali Kota Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar mulai terealisasi. Kepemimpinan keduanya menghadirkan pendekatan yang lebih progresif, dari janji politik yang kini bertransformasi menjadi program konkret yang menyentuh kebutuhan dasar warga. Hasilnya, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan dan pembangunan kota pun mengalami peningkatan.
Perubahan tersebut terlihat dari berbagai sektor. Pemerintah Kota Pekanbaru memulai langkah dengan kebijakan sederhana namun berdampak besar, seperti penurunan tarif parkir kendaraan bermotor. Kebijakan ini dinilai mampu meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan ketertiban parkir di sejumlah titik kota.
Di sektor lingkungan, gerakan “Serbu Sampah” menjadi salah satu program unggulan. Pemerintah tidak hanya mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan, tetapi juga membentuk Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di 83 kelurahan. Penindakan tegas terhadap pelaku pembuangan sampah ilegal turut dilakukan sebagai bentuk komitmen menjaga kebersihan kota.
Penataan kota juga terlihat dari penertiban 175 tiang reklame yang dinilai melanggar aturan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki estetika kota sekaligus menciptakan ruang publik yang lebih tertib dan nyaman.
Dalam hal pelayanan publik, kehadiran Mobil AMAN menjadi inovasi yang mendekatkan layanan administrasi kependudukan kepada masyarakat. Warga kini dapat mengurus berbagai dokumen tanpa harus datang ke kantor dinas, sehingga pelayanan menjadi lebih cepat dan efisien.
Sementara itu, persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan utama warga mulai ditangani secara serius. Pemerintah kota melakukan normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer, perbaikan drainase, serta penanganan daerah aliran sungai (DAS) sepanjang 109,5 kilometer. Sebanyak 20 titik rawan banjir juga menjadi fokus penanganan.
Komitmen terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui penanaman 15 ribu pohon sebagai bagian dari visi Pekanbaru Green City. Program ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas udara sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan kota.
Tidak hanya fokus pada wilayah sendiri, Pemerintah Kota Pekanbaru juga menunjukkan solidaritas dengan menyalurkan bantuan bagi daerah terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan berupa dana dan sembako tersebut menjadi wujud kepedulian antar daerah.
Di sektor pendidikan, berbagai program diluncurkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Beasiswa dari jenjang S1 hingga S3 diberikan, termasuk bagi para hafiz Al-Qur’an. Program Zero Putus Sekolah juga berhasil menjaring 1.778 anak dan mengembalikan 757 anak ke bangku pendidikan.
Pemerintah juga membantu menyelesaikan persoalan ijazah yang tertahan serta menyediakan perlengkapan sekolah bagi siswa kurang mampu. Untuk mendukung wajib belajar 13 tahun, program satu PAUD di setiap kelurahan turut diwujudkan dan diintegrasikan dengan layanan posyandu.
Upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat juga dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan gratis serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar peserta didik dan kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Dalam bidang budaya dan prestasi, Pekanbaru berhasil meraih Juara 2 MTQ tingkat Provinsi Riau serta sukses menyelenggarakan MTQ ke-57 tingkat kota. Festival Kreatif Budaya Melayu juga digelar untuk menghidupkan nilai-nilai kultural sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM lokal.
Gaya hidup sehat turut digalakkan melalui event Pekanbaru 10K serta peresmian Stadion Mini Gelora Hang Tuah. Di sisi lain, pemberdayaan masyarakat diperkuat melalui program Rp100 juta per RW serta pengangkatan PPPK dan PPPK paruh waktu guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dalam sektor infrastruktur, capaian pembangunan bahkan melampaui target. Lebih dari 42 kilometer jalan berhasil diperbaiki, 42 halte diremajakan, lampu penerangan jalan dipasang, serta fasilitas wifi gratis disediakan di sejumlah titik strategis.
Untuk menjaga stabilitas ekonomi, pemerintah juga menggelar bazar pangan murah di 50 lokasi guna membantu masyarakat menghadapi tekanan harga kebutuhan pokok.
Dari sisi tata kelola, langkah signifikan juga ditunjukkan dengan pelunasan utang daerah sebesar Rp467 miliar. Selain itu, proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kini dapat diselesaikan hanya dalam waktu satu jam, menandai peningkatan efisiensi birokrasi.
Sebagai bentuk peningkatan keamanan, Wali Kota Agung Nugroho juga meluncurkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112. Tim ini diharapkan mampu merespons cepat berbagai kondisi darurat di tengah masyarakat.
Di sektor lingkungan, Pekanbaru mulai mengembangkan proyek waste to energy (WTE), yaitu pengolahan sampah menjadi energi. Inovasi ini menjadi langkah maju dalam pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.
Atas berbagai capaian tersebut, Agung Nugroho menerima penghargaan peringkat dua nasional dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari pemerintah pusat, khususnya atas keberhasilannya menekan angka kemiskinan dan stunting.
Sejalan dengan itu, Pemerintah Kota Pekanbaru juga mengakselerasi Program Strategis Nasional (PSN). Program Makan Bergizi Gratis kini didukung oleh 27 dapur umum yang mampu memproduksi hingga 3.500 porsi per hari.
Pembentukan Koperasi Merah Putih di 83 kelurahan menjadi langkah penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis lokal. Sementara itu, digitalisasi pendidikan terus berjalan, termasuk melalui penyediaan smartboard di sekolah negeri.
Program pengentasan kemiskinan dilakukan melalui intervensi langsung serta penguatan UMKM. Selain itu, pembangunan rumah swadaya juga dilaksanakan dengan pembangunan 42 unit rumah layak huni dan rehabilitasi 12 unit rumah.
Di sektor energi, program jaringan gas kota telah menjangkau sekitar 20 ribu sambungan rumah, memberikan alternatif energi yang lebih efisien bagi masyarakat.
Dengan capaian tersebut, kepemimpinan Agung–Markarius dinilai berhasil meletakkan fondasi kuat bagi transformasi Pekanbaru menuju kota yang lebih bersih, sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan. Pemerintah kota pun optimistis, langkah-langkah yang telah dimulai ini akan terus berlanjut dan memberikan dampak yang lebih luas di masa mendatang. (ADV)









