Revitalisasi Pasar Bawah Tak Kunjung Rampung, Pedagang Menilai Janji Pemerintah Hanya Isapan Jempol Semata

PEKANBARU | ForumAapirasi.id – Revitalisasi Pasar Bawah Pekanbaru yang sejak awal digadang-gadang menjadi pusat perdagangan modern hingga kini belum juga rampung. Proyek yang disebut-sebut akan digeber pengerjaannya justru berubah menjadi proyek yang terus molor, sementara pedagang masih bertahan di tempat penampungan sementara.

Pasar Bawah selama ini dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan paling ramai di Kota Pekanbaru. Setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri, kawasan pasar ini biasanya dipadati masyarakat yang datang berbelanja berbagai kebutuhan Lebaran.

Namun suasana itu tidak lagi terlihat. Sejak pasar tersebut dikosongkan untuk proses revitalisasi, ratusan pedagang harus meninggalkan kios dan lapak mereka. Para pedagang dipindahkan ke lokasi penampungan sementara dengan keyakinan bahwa pembangunan pasar akan dipacu agar cepat selesai.

Pembangunan pasar bahkan berkali-kali disebut akan digeber agar pedagang dapat segera kembali berdagang di bangunan yang baru.

Kenyataan di lapangan berjalan berbeda. Hingga menjelang Lebaran tahun ini, bangunan pasar yang dijanjikan belum juga dapat difungsikan. Proyek revitalisasi yang diharapkan selesai dalam waktu cepat justru berubah menjadi pekerjaan yang tak kunjung tuntas.

Target penyelesaian yang pernah disebutkan berganti-ganti. Janji yang berulang tanpa kepastian itu membuat para pedagang semakin kehilangan harapan untuk segera kembali berdagang di pasar lama.

Salah seorang pedagang berinisial M yang ditemui media ini mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Ia menilai para pedagang sejak awal hanya diminta bersabar dengan janji bahwa pembangunan akan dipercepat, namun kenyataan di lapangan justru jauh dari harapan.

Menurutnya, para pedagang sudah terlalu sering mendengar janji percepatan pembangunan Pasar Bawah. Namun hingga kini, kepastian penyelesaian proyek itu belum juga terlihat jelas.

Mereka menilai janji yang berulang kali disampaikan pemerintah Kota Pekanbaru tidak lebih dari sekadar ucapan tanpa realisasi yang nyata di lapangan.

“Dari dulu selalu dibilang segera selesai, tapi sampai sekarang belum juga tuntas. Kami jadi merasa janji itu hanya isapan jempol semata,” ujar M, Kamis (12/3/26).

Pedagang lainnya juga mengungkapkan hal serupa. Ia mengaku masih mengingat saat para pedagang diminta meninggalkan lokasi pasar dengan alasan pembangunan akan dipercepat.

“Waktu kami diminta keluar dari pasar, katanya pembangunan mau digeber supaya cepat selesai. Kami percaya saja waktu itu. Tapi sampai sekarang belum juga selesai,” cetusnya.

Ditambahkan M, pedagang sebenarnya tidak keberatan jika pasar diperbaiki. Namun mereka berharap pembangunan dilakukan dengan serius agar pedagang tidak terlalu lama kehilangan tempat usaha.

“Kami pindah karena percaya pasar akan cepat selesai. Tapi kenyataannya lama sekali,” katanya.

Ia menyebut kondisi tempat penampungan sementara tidak mampu menggantikan keramaian Pasar Bawah yang selama ini menjadi pusat aktivitas perdagangan masyarakat.

Pengunjung yang datang jauh berkurang. Pedagang yang dulu memiliki pelanggan tetap kini harus memulai kembali dari awal.

“Kalau dulu menjelang Lebaran pasar penuh orang. Pembeli ramai sekali. Sekarang sepi. Jauh sekali bedanya,” ucapnya.

Menurut M, kondisi tersebut membuat banyak pedagang merasa hanya diberi harapan tanpa kepastian.

“Kami ini seperti di-PHP saja. Katanya pembangunan digeber, tapi sampai sekarang belum juga selesai,” katanya.

Bagi pedagang kecil, Pasar Bawah bukan sekadar bangunan tempat berdagang. Pasar itu telah menjadi sumber penghidupan yang menopang ekonomi keluarga selama bertahun-tahun.

Ketika pasar ditutup untuk revitalisasi, pedagang berharap pembangunan benar-benar dilakukan dengan serius agar aktivitas perdagangan bisa segera kembali berjalan.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Proyek revitalisasi yang terus molor membuat pedagang harus bertahan lebih lama di tempat penampungan sementara.

Situasi tersebut memunculkan anggapan di kalangan pedagang bahwa pemerintah terkesan membiarkan proyek berjalan lambat tanpa kepastian waktu penyelesaian.

Menjelang Lebaran yang biasanya menjadi masa paling ramai bagi pedagang, kondisi Pasar Bawah yang belum rampung justru meninggalkan kekecewaan bagi banyak pedagang yang masih menunggu kapan mereka bisa kembali berdagang di pasar tersebut.

Mereka berharap pemerintah tidak lagi hanya menyampaikan janji, tetapi segera menunjukkan langkah nyata untuk menuntaskan pembangunan Pasar Bawah yang telah lama dinanti.

Mereka meminta pemerintah serius mempercepat pekerjaan proyek tersebut agar para pedagang bisa kembali berjualan secara layak dan tidak terus-menerus berada dalam ketidakpastian.

“Harapan kami sederhana saja, pemerintah benar-benar menuntaskan pembangunan ini. Jangan lagi hanya janji percepatan, tapi buktikan dengan pekerjaan yang nyata di lapangan,” pinta M.

Sebelumnya, revitalisasi Pasar Bawah ditargetkan rampung pada November 2025. Namun hingga kini, progres pekerjaan belum sesuai jadwal yang direncanakan.

Diketahui, proyek revitalisasi Pasar Bawah tersebut dikelola oleh PT Ali Akbar Sejahtera sebagai pihak ketiga yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pembangunan.

Terpisah, dikutip dari sejumlah media, Pj Sekretaris Daerah Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, menyebut keterlambatan proyek memiliki konsekuensi sesuai perjanjian yang telah disepakati.

“Dalam perjanjian ada hak dan kewajiban. Jika terjadi keterlambatan tentu ada risikonya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keterlambatan pembangunan disebabkan kendala teknis di lapangan. Meski demikian, Pemko meminta pihak ketiga mempercepat pekerjaan dengan target pasar dapat dibuka setelah Lebaran. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *