DHARMASRAYA | ForumAspirasi.id – Penyaluran BBM bersubsidi di SPBU 13275502 milik PT Putra Rumbai Mandiri, Jorong Tanah Abang, Nagari Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, menuai sorotan. Sejumlah warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM subsidi jenis Bio Solar dan menduga adanya praktik pelangsiran yang membuat masyarakat berhak justru kesulitan memperoleh BBM.Rabu, (26/08/2026)
Keluhan tersebut disampaikan salah seorang warga bernama Pindo. Ia mengaku sudah lima kali mendatangi SPBU tersebut untuk mengisi Bio Solar, namun tak kunjung mendapatkan BBM yang dibutuhkannya.
”Susah dapat Bio Solar. Saya sudah lima kali mengisi ke sini, malah tidak pernah kebagian,” ujar Pindo.
Menurut Pindo, kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan. Ia mempertanyakan mengapa masyarakat yang membutuhkan BBM subsidi harus berkali-kali datang, sementara muncul dugaan adanya pihak tertentu yang melakukan pengisian secara berulang.
Dugaan pelangsiran juga disampaikan warga lainnya yang meminta namanya tidak dipublikasikan. Kepada wartawan, sumber tersebut mengaku mendapatkan informasi bahwa BBM subsidi di SPBU 13275502 diduga lebih banyak mengalir kepada para pelangsir.
Meski demikian, keluhan warga ini patut mendapat perhatian serius. Sebab, jika benar terjadi pelangairan oleh pihak tertentu untuk kemudian mendapatkan keuntungan dari BBM bersubsidi, maka masyarakat yang seharusnya menikmati subsidi negara berpotensi menjadi pihak yang dirugikan.
Ketua LSM Cakra Indonesia, Wibowo Pangestu, meminta Pertamina Patra Niaga tidak menganggap remeh keluhan tersebut. Ia mendesak dilakukan pemeriksaan terhadap sistem dan pola penyaluran BBM subsidi di SPBU 13275502.
”Ini sudah merugikan masyarakat. Kita harap pihak Pertamina Patra Niaga Sumbar segera melakukan pemeriksaan dan memberikan sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran,” tegas Wibowo.
Wibowo juga menyatakan akan menyurati Kapolda Sumatera Barat agar dugaan penyalahgunaan BBM subsidi tersebut dapat ditindaklanjuti melalui penyelidikan.
”Saya juga akan menyurati Kapolda Sumbar untuk segera melakukan penyelidikan. Jika terbukti ada penyalahgunaan, harus ditindak sesuai hukum,” ujarnya.
Kini sorotan mengarah kepada Pertamina Patra Niaga dan aparat berwenang. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan mencocokkan data transaksi, pola pengisian kendaraan, rekaman CCTV, serta volume penyaluran BBM subsidi di SPBU tersebut.
Jika tidak ditemukan pelanggaran, hasil pemeriksaan dapat menjadi jawaban atas keresahan masyarakat. Namun apabila ditemukan adanya penyalahgunaan, maka bukan hanya pelangsir yang perlu ditelusuri, tetapi juga bagaimana BBM subsidi tersebut bisa keluar dari jalur yang semestinya.
Sebab persoalannya bukan semata-mata soal antrean panjang. Ada hak masyarakat dan uang negara yang harus dipertanggungjawabkan.
Pertanyaannya sederhana: ke mana sebenarnya BBM subsidi yang disalurkan di SPBU 13275502 mengalir?
Masyarakat kini menunggu jawaban dan tindakan konkret dari Pertamina Patra Niaga serta aparat penegak hukum.
Hingga berita ini diterbitkan, pengelola SPBU 13275502, pihak Pertamina Patra Niaga, maupun pihak berinisial UT yang disebut dalam keterangan warga belum memberikan klarifikasi. Redaksi terbuka untuk memuat hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait.(B.A)
BBM Subsidi Diduga Dipermainkan, SPBU 13275502 Dharmasraya Disorot: Warga Mengaku Lima Kali Datang Tak Kebagian, Kapolda Sumbar Jangan Tutup Mata












