BENGKALIS | ForumAspirasi.id – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Kabupaten Bengkalis memasuki babak baru. Kepengurusan periode 2026–2031 resmi dilantik di Balai Kerapatan Wisma Daerah Sri Mahkota Bengkalis, Senin (31/8/2026), dengan harapan organisasi tersebut tidak berhenti sebagai ruang pertukaran gagasan, tetapi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pelantikan dilakukan Ketua ICMI Organisasi Wilayah (Orwil) Provinsi Riau, Drg. H. Burhanuddin Agung, MM. Dr. Rinto, SE, M.Si dipercaya memimpin ICMI Orda Bengkalis untuk lima tahun ke depan.
Rinto didampingi Dr. Alma’arif, S.Th.I., M.Hum., H. Khairi Fahrizal, ST., MPWK., dan Sri Mawarti, M.AP., sebagai Wakil Ketua. Posisi Sekretaris dipercayakan kepada Ridho Muhajir, dengan Dadang Suhenda, S.Kom., Sopian Elharfani, SH., MH., dan Syafrizal, S.Tr.T., sebagai Wakil Sekretaris.
Sementara jabatan Bendahara diemban Dr. Nuryasni Yazid, S.Ag., M.Sy., didampingi Muhrodin, S.Pd.I., MM., dan Fakhriyani, S.Akun., sebagai Wakil Bendahara bersama jajaran pengurus dan anggota lainnya.
Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni, S.Sos., M.MP., yang hadir dalam pelantikan tersebut, menyampaikan ucapan selamat sekaligus menaruh harapan besar terhadap kepengurusan baru ICMI Orda Bengkalis.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kami mengucapkan selamat dan tahniah kepada ketua beserta seluruh jajaran pengurus ICMI Orda Bengkalis periode 2026–2031 yang pada hari ini resmi dilantik,” ujar Kasmarni.
Ia meminta amanah organisasi dijalankan dengan keikhlasan, tanggung jawab dan integritas agar ICMI semakin solid serta mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan umat, masyarakat dan daerah.
Menurut Kasmarni, tema pelantikan, “Peradaban Islam dan Masa Depan Indonesia: Membangun Bangsa Berbasis Ilmu, Inovasi dan Akhlak,” memiliki relevansi kuat dengan perubahan yang berlangsung cepat, terutama perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan serta dinamika ekonomi dan sosial.
Perubahan tersebut, kata dia, menuntut masyarakat tidak sekadar menjadi penonton, tetapi turut mengambil peran sebagai pelaku perubahan.
“Untuk itu, kita membutuhkan tiga kekuatan utama, yakni ilmu untuk membangun kapasitas, inovasi untuk menciptakan kemajuan, dan akhlak untuk memastikan kemajuan tetap berada di jalan yang benar,” tegasnya.
Kasmarni menilai ilmu tanpa akhlak dapat kehilangan arah, sedangkan inovasi tanpa moral berisiko kehilangan kendali. Karena itu, keduanya perlu berjalan di atas nilai-nilai akhlak agar mampu menjadi kekuatan dalam membangun peradaban.
ICMI Diminta Turunkan Gagasan ke Lapangan
Kasmarni menegaskan posisi ICMI dalam pembangunan daerah bukan sekadar sebagai tempat bertukar pemikiran. Organisasi cendekiawan tersebut diharapkan mampu menerjemahkan ilmu menjadi amal, gagasan menjadi gerakan dan inovasi menjadi kemanfaatan.
“Kami Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyadari bahwa kami tidak mungkin bekerja sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi para ulama, akademisi, cendekiawan, tokoh agama, generasi muda, dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Atas dasar itu, ia mendorong ICMI Orda Bengkalis menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan gagasan dan rekomendasi pembangunan yang berpijak pada ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat.
ICMI juga diharapkan berperan dalam mendorong lahirnya generasi muda yang unggul dalam pendidikan, adaptif terhadap teknologi, kreatif berinovasi, sekaligus tetap kuat memegang nilai agama dan budaya Melayu.
Peran tersebut mencakup penguatan literasi masyarakat, ekonomi umat, pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, sekaligus menjaga persatuan, kerukunan serta kehidupan sosial kemasyarakatan.
“Jangan biarkan kecendekiawanan berhenti di ruang diskusi. Turunkan gagasan ke lapangan, sentuh persoalan masyarakat, dan hadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” pesan Kasmarni.
Buku Kapita Selekta ICMI Diluncurkan
Rangkaian kegiatan juga ditandai dengan peluncuran buku Kapita Selekta “ICMI Orda Kabupaten Bengkalis Membangun Daerah.”
Kasmarni mengapresiasi karya intelektual tersebut dan berharap buku itu tidak berhenti sebagai dokumentasi gagasan, melainkan menjadi bagian dari pengabdian ICMI dalam memberikan sumbangan pemikiran bagi pembangunan Bengkalis.
“Semoga karya ini menjadi referensi, inspirasi dan pemantik lahirnya lebih banyak gagasan konstruktif untuk kemajuan daerah,” ujarnya.
Buku tersebut kemudian diluncurkan secara resmi oleh Bupati Bengkalis dengan pembacaan “Bismillahirrahmanirrahim”.
Kasmarni mengajak seluruh elemen menjadikan ilmu sebagai cahaya, nilai-nilai keislaman sebagai landasan, inovasi sebagai kekuatan dan kolaborasi sebagai jalan untuk menghadirkan pembangunan yang berkualitas, berkelanjutan dan berpihak kepada masyarakat.
Komitmen Wajib Belajar Prasekolah
Agenda tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi masa depan. Setelah pelantikan ICMI, dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Kasmarni selaku Bunda PAUD Kabupaten Bengkalis, perangkat daerah terkait dan para mitra PAUD guna mendukung implementasi wajib belajar satu tahun prasekolah melalui PAUD berkualitas menuju Generasi Emas 2045.
Kasmarni menegaskan komitmen itu harus diterjemahkan menjadi program nyata, bukan sekadar dokumen atau seremoni.
“Kita harus memastikan setiap anak di Kabupaten Bengkalis memperoleh kesempatan mendapatkan pendidikan prasekolah yang berkualitas,” tegasnya.
Perangkat daerah dan mitra PAUD diminta menerjemahkan komitmen tersebut sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Setiap program, menurut Kasmarni, harus memiliki tindak lanjut, target, penanggung jawab dan evaluasi sehingga dampaknya dapat diukur.
Khusus kepada camat dan kepala desa, ia meminta pendataan serta identifikasi anak usia 5–6 tahun yang belum memperoleh layanan PAUD segera dilakukan. Pemerintah di tingkat kecamatan dan desa juga diminta menggerakkan keluarga dan masyarakat serta memperkuat keberadaan satuan PAUD.
“Jangan sampai ada anak yang tertinggal hanya karena persoalan akses, informasi, atau lemahnya koordinasi,” pesannya.
Ia mengajak pemerintah, sekolah, desa, keluarga, masyarakat, dunia usaha dan seluruh mitra menjadikan pendidikan anak usia dini sebagai gerakan bersama.
“Generasi Emas 2045 tidak kita siapkan nanti, namun harus kita mulai dari sekarang. Kita bangun fondasinya hari ini dan kita siapkan generasinya untuk masa depan,” pungkas Kasmarni.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis Dr. Ersan Syaputra, unsur Forkopimda, Ketua MKA LAMR Kabupaten Bengkalis Datuk Seri Ilham Noer, Ketua MUI Kabupaten Bengkalis H. Amrizal, M.Ag., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis Drs. H. Khaidir, tokoh agama dan masyarakat, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.
Hadir pula Pasilog Kodim 0303/Bengkalis Kapten Inf Ucok Doni Samosir mewakili Dandim 0303/Bengkalis, Kabag SDM Polres Bengkalis AKP M. Sahudi, S.H., M.H. mewakili Kapolres Bengkalis, Danposal Bengkalis Lettu Laut (PM) Nirwan Hastya, para staf ahli dan asisten Setda Bengkalis, para kepala OPD serta tamu undangan lainnya.**
Inf/Ade Putra Lendra.






